Bagaimana Cara Shalat Bagi Wanita Yang Mengalami Keputihan?

Ukhti, sebagian diantara kita pasti pernah mengalami keputihan?
Sudah tahu belum? Ternyata shalat bagi wanita yang keputihan ada cara tersendiri loh! Mah tahu? Yuk kita intip!
Cara mengerjakan shalat bagi wanita yang keputihannya keluar terus menerus adalah sama halnya dengan wanita yang sedang mengalami istihadhah, yaitu dengan mengerjakan empat hal berikut ini :
Pertama, membasuh kemaluan hingga bersih dari keputihan.
Kedua, menyumbat kemaluan dengan pembalut atau yang sejenisnya. Seandainya tidak menimbulkan rasa sakit seyogianya menyumbat kemaluan dengan kapas terlebih dahulu, sebelum dibalut dengan pembalut, agar keputihannya tidak merembes keluar. Dengan catatan tidak sedang berpuasa. Jika sedang berpuasa, cukup menggunakan pembalut.
Ketiga, berwudhu' sesegera mungkin setelah masuknya waktu shalat wajib yang akan dilaksanakan, dengan niat istibahah :
"Nawaitul wudhua listibaahatis shalaati."
"Aku berniat berwudhu' agar boleh dariku menunaikan shalat."
Wudhu'nya menjadi tidak sah jika ia berwudhu' dengan niat mengangkat hadats tanpa niat istibahah. Karena, sebagaimana telah disinggung sebelumnya, hadatsnya tidak akan terangkat dengan wudhu' tersebut, dikarenakan keputihannya selalu keluar. Jadi niatnya harus dengan niat istibahah.
Keempat, sesegera mungkin menunaikan shalat fardhu setelah mengerjakan tiga hal di atas, tidak diperkenankan mengakhirkannya, karena hal itu akan menyebabkan keputihannya keluar lagi. Kecuali jika tertunda disebabkan oleh hal-hal yang menjadi kemaslahatan shalat, seperti waktu yang dibutuhkan untuk menutup aurat, menunggu shalat berjama'ah, berjalan menuju ke mushalla, dan lain-lain.
Ukhti sekarang sudah tahu caranya kan?
Alhamdulillah, semoga Ukhti bisa praktik jika mengalami hal tersebut.
Wallahu a'lam 
(Baharun, 2016: 18-19)
.
.
Referensi :
Baharun, Segaf Hasan. 2016. Panduan Mudah Fiqih Muslimah. Pasuruan: Darullughah Wadda'wah.

Berbagi
MANSA'ADAH
Bagaimana Cara Shalat Bagi Wanita Yang Mengalami Keputihan?

Bagaimana Cara Shalat Bagi Wanita Yang Mengalami Keputihan?

Blog
Jumlah
Pengiriman
Jumlah Barang
Lokasi Penjual
Tujuan Pengiriman
Harga kirim
Berbagi

Pesan WhatsApp ×

Bagaimana Cara Shalat Bagi Wanita Yang Mengalami Keputihan?

Bagaimana Cara Shalat Bagi Wanita Yang Mengalami Keputihan?

Harga :
Ongkos Kirim :




Bayar di Aplikasi

Bayar di Aplikasi OVO & DANA!

Klik tombol Lihat kode QR.
Scan kodenya untuk bayar di app.
Kirim

Baca selengkapnya

Spesifikasi

Kategori
ID Produk 3477330269821321199

Deskripsi

Ukhti, sebagian diantara kita pasti pernah mengalami keputihan?
Sudah tahu belum? Ternyata shalat bagi wanita yang keputihan ada cara tersendiri loh! Mah tahu? Yuk kita intip!
Cara mengerjakan shalat bagi wanita yang keputihannya keluar terus menerus adalah sama halnya dengan wanita yang sedang mengalami istihadhah, yaitu dengan mengerjakan empat hal berikut ini :
Pertama, membasuh kemaluan hingga bersih dari keputihan.
Kedua, menyumbat kemaluan dengan pembalut atau yang sejenisnya. Seandainya tidak menimbulkan rasa sakit seyogianya menyumbat kemaluan dengan kapas terlebih dahulu, sebelum dibalut dengan pembalut, agar keputihannya tidak merembes keluar. Dengan catatan tidak sedang berpuasa. Jika sedang berpuasa, cukup menggunakan pembalut.
Ketiga, berwudhu' sesegera mungkin setelah masuknya waktu shalat wajib yang akan dilaksanakan, dengan niat istibahah :
"Nawaitul wudhua listibaahatis shalaati."
"Aku berniat berwudhu' agar boleh dariku menunaikan shalat."
Wudhu'nya menjadi tidak sah jika ia berwudhu' dengan niat mengangkat hadats tanpa niat istibahah. Karena, sebagaimana telah disinggung sebelumnya, hadatsnya tidak akan terangkat dengan wudhu' tersebut, dikarenakan keputihannya selalu keluar. Jadi niatnya harus dengan niat istibahah.
Keempat, sesegera mungkin menunaikan shalat fardhu setelah mengerjakan tiga hal di atas, tidak diperkenankan mengakhirkannya, karena hal itu akan menyebabkan keputihannya keluar lagi. Kecuali jika tertunda disebabkan oleh hal-hal yang menjadi kemaslahatan shalat, seperti waktu yang dibutuhkan untuk menutup aurat, menunggu shalat berjama'ah, berjalan menuju ke mushalla, dan lain-lain.
Ukhti sekarang sudah tahu caranya kan?
Alhamdulillah, semoga Ukhti bisa praktik jika mengalami hal tersebut.
Wallahu a'lam 
(Baharun, 2016: 18-19)
.
.
Referensi :
Baharun, Segaf Hasan. 2016. Panduan Mudah Fiqih Muslimah. Pasuruan: Darullughah Wadda'wah.

Baca selengkapnya Sembunyikan

Informasi Penjual

MANSA'ADAH